Postingan

Permen Terakhir

Gambar
 Nama : Mita Judul : Permen Terakhir  Isi :  Kiyana berdiri di atas jembatan, menatap gelapnya air di bawah sana. Hatinya terasa kosong, ingatan tentang kekasihnya yang berkhianat menimbulkan rasa sesak di dadanya seolah tak ada ruang untuk bernapas. Angin dingin menusuk kulitnya, sementara kekecewaan menelan sisa harapannya untuk hidup.  Namun, entah datang dari mana, seorang pemuda tiba-tiba menahan tangannya agar tidak terjun, lalu menyodorkan sebutir permen super zuper. "Kehidupan sama seperti permen ini. Asam di awal, manis di akhir. Bertahanlah." Kiyana menatapnya dalam, menahan air mata dan mengangguk setuju. Kata-kata itu berhasil membuatnya terenyuh. Dia memasukkan permen ke dalam mulutnya. Saat rasa manisnya mulai menyebar di lidah, pemuda itu lenyap, seperti ditelan gelapnya malam. Dalam kebingungannya, seorang pria paruh baya datang dengan wajah panik. "Hati-hati, Nak. Ada pemuda yang baru saja bunuh diri di sini!" Kiyana tersentak mendengarnya. Titimang...

Lovanna_grey

Gambar
Nama : Lovanna_grey Judul : Musuh dalam Selimut Isi : Namaku Ferdian Alexander, seorang pemuda gagah yang merasa terasingkan di kampung halamanku di Purworejo. Setiap aku berjalan, tatapan orang-orang tampak memandangku aneh, entah mengapa—seolah-olah aku adalah sesuatu hal yang asing. Tatapan itu membuatku tak nyaman, namun aku tak peduli. Aku yakin, aku tak memiliki musuh sama sekali, ataupun sekadar berinteraksi dengan orang-orang. Suatu ketika, perasaan tak nyaman itu kurasakan kembali. Tatapan-tatapan aneh itu seolah-olah memburuku, membuatku ketakutan setengah mati. Ingin kuusir tatapan buruk itu, namun tak ada satupun keberanian yang bisa kulakukan. Hanya bisa berdiam diri di tengah tatapan-tatapan asing itu, tanpa seorangpun peduli. Hari-hari berlalu, di rumahku, aku kembali meraskan tatapan asing itu di tengah kegelapan. Kuambil golok di dapur, dengan perlahan, kudekati sosok hitam yang saat ini menatapku penuh kebencian, penuh akan kegilaan hingga kedua mata kami bertemu. Kua...

Tante Mini Misterius

Gambar
  Nama : Sam Judul : Tante Mini Misterius Isi :  ‎Panggil saja namaku Sam. Aku adalah CEO sebuah perusahaan FOMO. Suatu hari, seperti biasa, aku pergi ke kantor mengendarai mobil Alphard. Namun, hujan deras membuat suasana gelap dan mencekam. Di lorong jembatan, aku memperlambat laju mobil karena genangan air dari lubang aspal. Di pinggir jalan, seorang wanita basah kuyup berdiri sambil berteduh. Aku bertanya namanya dan menawarkan tumpangan. Dia menjawab lirih, “Namaku Salmi,” dan aku mempersilakan dia masuk. ‎ ‎Sepanjang perjalanan, Salmi tetap diam. Dia tak memberi tahu kemana akan pergi. Aku menoleh ke belakang dan melihat wajahnya yang pucat, namun tersenyum tipis. Tiba-tiba, dia memelukku dari belakang. Jantungku berdegup kencang, tangan gemetar, dan aku sontak menghentikan mobil. Dunia seketika terasa gelap, pandangan mengabur, dan aku pingsan. ‎ ‎Saat tersadar, hujan masih mengguyur, tapi kursi penumpang kosong. Hanya tersisa jejak air di jok kulit. Sejak hari itu, set...

Pejuang Pendidikan

Gambar
  Nama : Indra Subiantoro Judul :  Pejuang Pendidikan Isi :      Desa Kropak, Bantaran ada seorang pemuda berjuang pendidikan dengan mengumpulkan anak- anak yang kurang mampu dari segi biaya. Setiap selesai sholat Isya, mereka mengumpulkan hanya sekitar tetangganya saja dengan biaya gratis.     Awalnya pro dan kontra, karena di kira hanya main-main saja. Dengan semangatnya tidak peduli omongan tetangganya. Awalnya 3 anak, padahal mereka keluarga yang mampu karena keterlambatan dalam menguasai pelajaran dan nilainya sering di bawah standar.    Alhamdulillah, dalam waktu sebulan mengalami peningkatan 3 anak yaitu mendapatkan juara disekolahnya. Tetangganya malu dan berbondong-bondong ikut bimbing juga. Titimangsa :  Probolinggo, 10.November 2025

Rindu Kakek

Gambar
Nama : Nurfitra Judul : Rindu Kakek  Isi :  Kakek adalah sosok yang penuh ketenangan, selalu ada saat aku butuh teman berbagi cerita, dan selalu menjadi tempat berlabuh setiap kali dunia terasa berat. Setiap sore beliau selalu menemaniku berada di rumah, mengajariku tentang sabar, tawa dan candanya mengisi ruang hatiku yang kosong. Menjadikannya seorang Kakek sekaligus sabahat terbaik.  Aku masih ingat pada saat itu, selesai makan siang aku duduk bersama Kakek dan Nenek di ruang tamu, sambil menikmati teh hangat dan kue-kue lezat yang dibuat oleh Nenek. Kami saling bertukar cerita, beliau juga bercerita banyak hal, mulai dari hal-hal yang serius hingga hal-hal yang lucu. " Cahaya! Nanti kalau sudah dewasa sekolah yang baik, jaga nama baik keluarga, khususnya Ibumu. Jaga nama baik Ibumu. "  Aku rindu sosoknya, rindu kebijaksanaannya, rindu bagaimana beliau membuatku merasa istimewa dengan hal-hal yang sederhana. Setiap kali teringat hatiku terasa hampa. Tetapi aku tah...

Berawal dari Senja, Berakhir Jadi Luka

Gambar
Nama : Leora Senja  Judul : Berawal dari Senja, Berakhir Jadi Luka Isi :  "Terima lah. Mawar terakhir dariku," ucap Arum menyerahkan setangkai bunga kepada seorang pria bernama Bram. Air mata berusaha jatuh, tapi ia tahan sekuat tenaga. Bram, pria yang sudah membersamainya selama dua tahun terakhir, terpaksa harus ia tinggalkan hari ini, tepat dihadapan senja yang telah menyatukan mereka.  Bram merupakan pria yang baik. Tidak pernah marah, tidak selingkuh, dan juga sangat perhatian pada Arum. Namun, sebab perbedaan status, orang tua Bram marah, mengancam, dan memaksa mereka untuk berpisah.  "Terima kasih, Rum. Maaf untuk semuanya." Bram menerima bunga itu, menatap mata wanita yang ia cintai dengan dalam. Arum menunduk, berusaha menyembunyikan rasa sakit yang menyesakkan dadanya. Wanita itu bangkit, berlari meninggalkan Bram tanpa sepatah katapun. Ternyata, sekuat-kuatnya cinta, jika tanpa perjuangan dan pengorbanan kedua belah pihak, maka semuanya akan sia-sia. Kota...

LELAKI YANG MENENTANG LAUT

Gambar
Nama : Kingra Judul : LELAKI YANG MENENTANG LAUT Isi :  Lelaki itu duduk. Tangannya menggenggam erat sebuah gantungan kunci besi berbentuk burung layang-layang. Udara sore di tepi dermaga terasa dingin, membawa serta aroma asin, amis, dan sedikit wangi melati dari kebun yang entah berada di mana. Ia menatap permukaan laut yang tenang, membiarkan bias jingga matahari tenggelam membakar kelopak matanya, seolah mencari garis waktu yang hilang di antara riak air yang bergerak pelan menuju pantai. Sejak pagi tadi hanya tiga perahu nelayan yang pulang, semuanya tanpa hasil yang berarti, membuat suasana desa terasa lebih muram dari biasanya. Cuaca buruk kemarin telah merusak jaring-jaring di dasar, namun para tetangga tetap pergi, didorong oleh kebutuhan yang mendesak. Gantungan kunci itu adalah pemberian mendiang Bapaknya, satu-satunya benda yang selamat dari kebakaran hebat yang melanda rumah mereka sebulan silam, pengingat tentang api yang menghanguskan segalanya kecuali kenangan akan ...