Permen Terakhir
Nama : Mita Judul : Permen Terakhir Isi : Kiyana berdiri di atas jembatan, menatap gelapnya air di bawah sana. Hatinya terasa kosong, ingatan tentang kekasihnya yang berkhianat menimbulkan rasa sesak di dadanya seolah tak ada ruang untuk bernapas. Angin dingin menusuk kulitnya, sementara kekecewaan menelan sisa harapannya untuk hidup. Namun, entah datang dari mana, seorang pemuda tiba-tiba menahan tangannya agar tidak terjun, lalu menyodorkan sebutir permen super zuper. "Kehidupan sama seperti permen ini. Asam di awal, manis di akhir. Bertahanlah." Kiyana menatapnya dalam, menahan air mata dan mengangguk setuju. Kata-kata itu berhasil membuatnya terenyuh. Dia memasukkan permen ke dalam mulutnya. Saat rasa manisnya mulai menyebar di lidah, pemuda itu lenyap, seperti ditelan gelapnya malam. Dalam kebingungannya, seorang pria paruh baya datang dengan wajah panik. "Hati-hati, Nak. Ada pemuda yang baru saja bunuh diri di sini!" Kiyana tersentak mendengarnya. Titimang...