LELAKI YANG MENENTANG LAUT


Nama : Kingra

Judul : LELAKI YANG MENENTANG LAUT

Isi : 

Lelaki itu duduk. Tangannya menggenggam erat sebuah gantungan kunci besi berbentuk burung layang-layang. Udara sore di tepi dermaga terasa dingin, membawa serta aroma asin, amis, dan sedikit wangi melati dari kebun yang entah berada di mana. Ia menatap permukaan laut yang tenang, membiarkan bias jingga matahari tenggelam membakar kelopak matanya, seolah mencari garis waktu yang hilang di antara riak air yang bergerak pelan menuju pantai.


Sejak pagi tadi hanya tiga perahu nelayan yang pulang, semuanya tanpa hasil yang berarti, membuat suasana desa terasa lebih muram dari biasanya. Cuaca buruk kemarin telah merusak jaring-jaring di dasar, namun para tetangga tetap pergi, didorong oleh kebutuhan yang mendesak. Gantungan kunci itu adalah pemberian mendiang Bapaknya, satu-satunya benda yang selamat dari kebakaran hebat yang melanda rumah mereka sebulan silam, pengingat tentang api yang menghanguskan segalanya kecuali kenangan akan tawa.

 

Saat cahaya terakhir benar-benar padam dan digantikan oleh rembulan tipis, ia berdiri. Gantungan kunci itu ia masukkan kembali ke saku kemeja lusuh. Ia berjalan meninggalkan dermaga, langkahnya mantap menuju rumah kecil berdinding papan yang jendelanya selalu terbuka. Ia tidak membawa ikan, tapi esok pagi, ia akan membangun sebuah perahu baru, yang lambungnya terbuat dari kayu jati terbaik, sebuah janji yang harus ia tepati pada langit yang memeluknya dalam senja.


Titimangsa : Medan, 12 November 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Mawar Tua Istana Eirandel

Di Bawah Pohon Aranea

Kejutan Kedamaian