Cukup dengan senyummu
Judul: Cukup dengan senyummu
Nama: Siti Annisa
Isi:
Pagi masih gelap ketika Shofia membuka mata. Lantai semen dingin langsung menusuk telapak kakinya. Di sampingnya, ibunya masih terlelap, berselimut tipis yang nyaris tak mampu menghalau dingin pagi itu . Sejak ayahnya meninggal, Shofia yang baru berusia tujuh belas tahun harus menggantikan peran kepala keluarga. Ia bekerja di warung Pak Burhan dengan gaji pas-pasan, walau hanya sekedar cukup untuk membeli beras dan lauk sederhana setiap harinya.
Sore itu, temannya mampir ke warung.
“Sof! Kemarin aku ke pantai. Seru banget, sumpah. Naik banana boat segala!” Rina bercerita dengan riang.
“Asik banget, ya,” jawab Shofia sambil merapikan kaleng.
“Makanya ikut, dong. Sekali-kali refreshing.”
Shofia tersenyum hambar. “Iya, kapan-kapan.”
Ia tahu “kapan-kapan” itu hanya alasan. Dalam hatinya, ia ingin sekali seperti teman-temannya. Tapi tanggung jawab di rumah membuatnya tak bisa memilih. Malam itu ia duduk di kamar kecilnya, memeluk lutut.
“Bu… aku capek,” bisiknya lirih. “Tapi aku nggak mau bikin Ibu khawatir.”
Saat akhir bulan tiba. Dari gajinya yang tak seberapa, Shofia menyisihkan sedikit untuk membeli dua bungkus nasi goreng—makanan kesukaan ibunya. Saat sampai di rumah, ia menyodorkan bungkusan itu sambil tersenyum.
“Nasi goreng, Bu.”
Mata ibunya langsung berbinar. “Ya Allah, sudah lama Ibu nggak makan ini. Makasih, Nak.”
Mereka makan bersama di atas tikar pandan. Sederhana, tapi rasanya istimewa.
“Bu, maaf ya, aku cuma bisa bawain ini,” ucap Shofia pelan.
Ibunya menatap lembut. “Nak, kamu sudah kasih lebih dari cukup. Kamu itu hadiah buat Ibu.”
Air mata Shofia akhirnya pecah. Malam itu ia menangis di pelukan ibunya, bukan karena sedih, tapi karena lega. Ia sadar, ia tidak berjuang sendirian.
Sejak malam itu, Shofia tak lagi merasa hidupnya kurang. Ia belajar bahwa bahagia tidak selalu datang dari uang atau liburan. Ada cinta yang lebih murni di rumahnya yaitu senyum sang ibu yang tulus, doa yang tak pernah putus, dan pelukan yang selalu ada buat dirinya.
Dan Shofia sadar bahwa hal terindah dalam hidupnya adalah cintanya seorang ibu.
Titimangsa: 30 September 2025

🫰🏻🫰🏻🫰🏻 lope sekebon kak
BalasHapus