ARTIKEL: ADAB ATAU FORMALITAS TUBUH?
ARTIKEL
ADAB ATAU FORMALITAS TUBUH?
Penulis: Sam Sugi
Assalamualaikum, warahmatullahi wabarakatuh.
Dalam artikel kali ini akan membahas seputar makna filosofi tentang Adab sopan santun. Banyak sekali orang-orang membahas tentang adab sopan santun, baik pada dunia nyata dan dunia sosial. Akhir-akhir ini lagi viral atau booming sebuah tayangan televisi dan media sosial yang menayangkan adab sopan santun hingga dikaitkan dengan FEODALISM, apakah benar demikian?
Dari beberapa informasi yang didapat maka akan kita bahas beberapa hal:
A. Makna Adab sopan santun
Secara harfiah adab adalah suatu bentuk kesopanan, keramahan, tata krama dan akhlak terpuji. Adab wajib hukumnya kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari, selain sebagai bentuk penghormatan kepada sesama juga sebagai bentuk tenggang rasa mahluk sosial.
1. Adab yang diperbolehkan dalam islam
a) Adab kepada orang tua
Adab kepada orang tua ini walaupun seandainya tidak ada hadist atau perintah dalam Al-Quran, kita wajib hukumnya menghormati kedua orang tua.
Salah satu perintah Allah SWT.
Surat Al-Isra Ayat 23
۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Arab-Latin: Wa qaḍā rabbuka allā ta'budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna 'indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmā
Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Beberapa hal, kamu bisa tidak mengikuti apa yang dikatakan orang tua:
1) Meminta untuk hal ke Dzaliman (membunuh, mencuri, mencaci-maki dll)
2) Meminta untuk hal ke Syirikan (Berdukun, menyembah patung, dll)
3) Meminta untuk hal ke Mudhorotan (bunuh diri, jual diri dll)
4) Meminta untuk hal fasik atau murtad ( keluar islam)
b) Adab kepada guru, ustadz, dan alim ulama.
Adab kepada guru, ustadz dan alim ulama. Sangat dianjurkan dalam islam selain itu sebagai bentuk penghormatan atas jasa ilmu yang telah diberikan .
Perintah Allah SWT.
Surat An Nahl ayat 125
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Latin: Ud‘u ilā sabīli rabbika bil-ḥikmati wal-mau‘iẓatil-ḥasanati wa jādilhum bil-latī hiya aḥsan(u), inna rabbaka huwa a‘lamu biman ḍalla ‘an sabīlihī wa huwa a‘lamu bil-muhtadīn(a).
Artinya: Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah424) dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk. (QS. An Nahl:125).
Dari sini kita pahami bahwa adab kepada guru tidak hanya berdiam diri saja:
1. Adab atas kebijaksanaan dan ilmu (Hikmah)
Menyampaikan dan menerapkan ilmu yang telah didapatkan dengan baik tidak boleh menyakiti sesama.
2. Adab atas pengajaran
Adab yang dimaksud disini yaitu suatu bentuk pengajaran baik penyampai atau penerima ilmu wajib hukumnya dengan cara yang baik dan menyentuh hati.
3. Adab atas debat (dengan cara baik)
Adab atas debat, nah kita dalam islam pun diajari untuk berdebat, debat yang dimaksud disini bukan debat secara frontal, bentak-bentak dan saling menjatuhkan. Namun debat yang dimaksud yaitu menanyakan sesuatu yang belum dipaham dengan cara baik, misalnya: dengan bahasa yang santun.
c) Adab kepada seluruh manusia
Adab kepada seluruh manusia adalah bentuk penghormatan kepada sesama ciptaan Allah SWT.
Surat An Nisa Ayat 36
۞ وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
Arab-Latin: Wa'budullāha wa lā tusyrikụ bihī syai`aw wa bil-wālidaini iḥsānaw wa biżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wal-jāri żil-qurbā wal-jāril-junubi waṣ-ṣāḥibi bil-jambi wabnis-sabīli wa mā malakat aimānukum, innallāha lā yuḥibbu mang kāna mukhtālan fakhụrā
Artinya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan.
2. Adab yang salah kaprah
Akhir-akhir ini sepengamatan pribadi ada banyak penyimpangan dari penerapan adab, antara lain:
a) Adab berlebihan
Adab berlebihan ini sangat marak sekali di negara kita yang mayorita Islam, beberapa hal yang dianggap berlebihan antara lain:
1. Mencium guru atau ustadz.
Banyak sekali baik masyarakat kepada ustadz atau pun sebaliknya, berciuman secara berlebihan hingga antar mulut.
2. Merangkak (nglesot) berlebihan
Banyak sekali video yang beredar seroang pelajar berjalan ngesot ketika bertemu gurunya.
3. Mematuhi segala perintahnya
Akhir-akhir ini banyak sekali kasus pencabulan, pemerkosaan dikalangan pesantren, salah satu dampak adab secara berlebihan hingga mematuhi segala perintah sang guru, dengan dalih untuk mendapat sebuah berkah.
Alasan adab berlebihan dilarang yaitu:
يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لَا تَغْلُوْا فِيْ دِيْنِكُمْ وَلَا تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَقَّۗ اِنَّمَا الْمَسِيْحُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُوْلُ اللّٰهِ وَكَلِمَتُهٗ ۚ اَلْقٰىهَآ اِلٰى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِّنْهُ ۖفَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖۗ وَلَا تَقُوْلُوْا ثَلٰثَةٌ ۗاِنْتَهُوْا خَيْرًا لَّكُمْ ۗ اِنَّمَا اللّٰهُ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ ۗ سُبْحٰنَهٗٓ اَنْ يَّكُوْنَ لَهٗ وَلَدٌ ۘ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا ࣖ
Artinya: “Wahai Ahlulkitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (menjalankan) agamamu dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar. Sesungguhnya Almasih, Isa putra Maryam, hanyalah utusan Allah dan (makhluk yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya hanya Allahlah Tuhan Yang Maha Esa. Maha Suci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pelindung." (QS: An-Nisa': 171)
Adapun kisah Rosul:
Sifat Ghuluw (berlebihan)
أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ نَحْثِىَ فِى وُجُوهِ الْمَدَّاحِينَ التُّرَابَ.
“Kami diperintahkan oleh Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- untuk menyiramkan pasir ke wajah orang-orang yang memuji.” (HR. Muslim no. 3002).
3.Dampak adab berlebihan
Adapun dampak dari perbuatan yang berlebihan antara lain:
a) Syirik
perbuatan menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang lain, baik dalam ibadah, keyakinan, maupun perkataan
b) Sombong atau jumawa
Akan muncul sifat sombong dan selalu ingi di agung-agungkan.
c) Penyakit ain
Dikatakan penyakit yang tidak diduga karena penyakit ain bermula dari pandangan yang menyebabkan rasa kagum tanpa menyebut nama Allah SWT, atau pandangan iri dengki dari seseorang
4. Adab menurut pandangan penulis
Adab yang dianjurkan menurut dari beberapa alasan dari yang telah kita ulas diatas yaitu:
1. Adab akan ilmu
Adab kepada ilmu yang telah disampaikan oleh ustadz atau guru dengan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Adab akan perbuatan
Adab akan perbuatan yaitu dilarang kontradiksi dengan ilmu yang telah dipelajari, semakin banyak ilmu maka semakin bijak.
3. Adab akan sikap
Adab akan sikap balik yaitu bagaimana adab kita dalam merespon suatu hal harus lebih bijak dan baik.
“ADAB ITU TINDAKAN, RESPON DAN INTERPRESTASI TERHADAP SUATU HAL SESUAI DENGAN ILMU YANG DIBERIKAN OLEH SANG GURU”
“ADAB BUKAN HANYA DI DEPAN GURU NAMUN JUGA PENERAPAN DI KEHIDUPAN SEHARI-HARI”
Komentar
Posting Komentar