Kerajaan Kolam Ikan




Nama : Makika

Judul : Kerajaan Kolam Ikan


Di halaman belakang sebuah rumah sederhana, ada kolam ikan yang terlihat biasa saja. Airnya jernih, dihiasi batu-batu kecil dan lumut hijau. Tapi, siapa sangka, di dasar kolam itu berdiri sebuah kerajaan mungil yang tak terlihat oleh manusia.


Kerajaan itu bernama Ades, dihuni oleh berbagai macam ikan hias, ada guppy yang anggun, koki yang embul, sampai seekor cupang gagah. Mereka semua hidup rukun di bawah pemerintahan Raja Mera, seekor ikan koi berwarna emas menyala.


“Rakyatku,” ucap Raja Mera suatu pagi, “air kolam kita mulai keruh. Jika ini berlanjut, kerajaan kita akan gelap dan sakit.”


Para ikan saling berpandangan. Mereka tahu, ketika air kotor, oksigen berkurang dan hidup jadi sulit. Kira kira siapa yang bisa menolong?


Pada saat itu muncul lah. Lila, seekor ikan guppy mungil. Tubuhnya kecil, tapi matanya berbinar penuh semangat. “Paduka Raja, izinkan hamba mencari pertolongan. Hamba percaya, dunia di atas kolam pasti punya jawaban.”


Semua ikan tertawa. “Apa yang bisa dilakukan ikan sekecilmu?” ejek si Cupang Biru yang selalu merasa hebat.


Namun Raja Mera hanya tersenyum bijak. “Keberanian itu tidak diukur dari tubuh, melainkan dari hati. Pergilah, Lila.”


Maka berangkatlah Lila ke permukaan. Dengan sekali lompatan kecil, ia berhasil melihat dunia di luar kolam. Di sana, terlihat seorang anak kecil sedang menabur makanan ikan. Lila berusaha melompat lebih tinggubdann tinggi, seolah memberi kode. Anak itu bengong melihat ikan Itu


“Aneh,” gumamnya. “ seoertinys Ikan ini ingin bilang sesuatu kepadaku.’’


Keesokan harinya, sang anak membawa ayahnya. Mereka melihat air kolam yang mulai hijau dan kotor. Seketika itu juga ayahnya menguras kolam, membersihkan lumut, dan mengganti air dengan yang baru.


Saat air kembali jernih, seluruh kerajaan Ades bersorak gembira. Cupang Biru yang sombong pun menunduk malu di hadapan Lila.


“Maafkan aku,” katanya. “Aku salah menilai keberanianmu.”


Raja Hmmm Mera mengangkat suara, “Hari ini, kerajaan Ades belajar satu hal “pahlawan tidak selalu besar. Kadang, ia sekecil seekor guppy yang punya hati tulus.”


Dan sejak hari itu, nama Lila si Guppy Kecil tercatat dalam sejarah kerajaan kolam ikan pahlawan mungil yang menyelamatkan seluruh negeri. Tamat.


Titimangsa, Bandung 02 Oktober 2025

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Mawar Tua Istana Eirandel

Di Bawah Pohon Aranea

Kejutan Kedamaian